Kehamilan, Awal dari 1000 Hari Pertama Kehidupan

Seribu hari pertama kehidupan dihitung sejak hari pertama kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Kehamilan adalah sepertiga pertamanya, dan yang terjadi di dalamnya tidak bisa diulang: otak, jantung, dan tulang si Kecil dibentuk satu kali, pada waktu yang sudah ditentukan tubuh.
Karena itu kesehatan Ibu sebelum hamil pun ikut menentukan. Berat badan yang terlalu kurang atau terlalu berlebih sebelum kehamilan, kurang darah yang tidak disadari, atau jarak kelahiran yang terlalu dekat memengaruhi pertumbuhan janin sebelum Ibu sempat tahu sedang hamil.
Kebutuhan makan Ibu memang bertambah, tetapi tidak sebanyak yang sering dibayangkan. Kementerian Kesehatan menyebut kebutuhan energi ibu hamil sekitar 2.150 sampai 2.250 kilokalori sehari, dengan tambahan 180 sampai 300 kilokalori dibanding sebelum hamil. Tambahan itu kira-kira sepiring kecil nasi dengan lauknya, bukan satu porsi penuh lagi.
Protein juga naik: sekitar 60 gram sehari, ditambah kira-kira 30 gram lagi selama kehamilan. Yang paling murah justru yang paling berguna, yaitu telur, ikan, tahu, tempe, dan hati ayam. Protein hewani penting karena zat besinya lebih mudah diserap tubuh daripada yang berasal dari tumbuhan.
Cara makannya dibagi, bukan ditumpuk: tiga kali makan utama dan satu sampai dua kali selingan setiap hari. Bagi Ibu yang mual, pola ini justru lebih ringan daripada tiga porsi besar. Gunakan garam beryodium, cukupi minum, dan batasi kopi, gula, garam, serta gorengan.
Kenaikan berat badan adalah penanda paling sederhana bahwa asupan Ibu cukup. Kenaikan sekitar setengah kilogram per minggu pada paruh kedua kehamilan menuntut tambahan energi kira-kira 500 kilokalori sehari. Kalau berat tidak naik dua bulan berturut-turut, itu alasan untuk bertanya ke bidan, bukan untuk menunggu.
Empat hal yang paling menentukan selama hamil: makan beragam setiap hari, minum tablet tambah darah, memeriksakan kehamilan minimal enam kali, dan menimbang berat badan secara teratur. Tablet tambah darah dianjurkan minimal 90 butir selama kehamilan, satu butir sehari, diminum terus meski Ibu merasa sehat.
Pemeriksaan kehamilan bukan sekadar mengukur perut. Di sana tekanan darah, kadar hemoglobin, dan pertumbuhan janin diperiksa, dan ketiganya tidak bisa Ibu rasakan sendiri sampai keadaannya sudah jauh. Kurang darah, misalnya, sering hanya terasa sebagai lelah biasa.
Istirahat dan kebersihan sering dianggap nasihat pelengkap, padahal keduanya bagian dari gizi juga. Tubuh yang kurang tidur menyerap lebih sedikit, dan infeksi yang masuk lewat makanan atau tangan yang tidak dicuci akan menguras apa yang sudah Ibu makan.
Yang perlu Ibu ingat: tidak ada satu makanan ajaib dan tidak ada satu pemeriksaan yang menyelesaikan semuanya. Yang bekerja adalah pengulangan, yaitu makan yang sama baiknya besok, tablet yang tidak terlewat, dan datang ke Posyandu meski merasa sehat.
Ditulis redaksi awaltumbuh.id, mengacu pada materi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI · Baca sumber aslinya
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Hubungi bidan atau Puskesmas terdekat untuk saran yang sesuai kondisi Anda.


